Penjelasan Warga NTT Terkait Gempa Yang Mengguncang Sebesar 7,5 M, Warga Antisipasi Teringat Gempa Pada 1992
Jakarta - Akibat gempa berkekuatan 7,5 M, Selasa (14/12), ratusan warga Kota
Maumere lari menyelamatkan diri menuju halaman Kantor Bupati Sikka di
Jalan El Tari Maumere, Kelurahan Kota Uneng, Kecamatan Alok.
Pantauan florespedia di Kampung Garam, Kelurahan Kota Uneng, Kecamatan
Alok, yang merupakan salah satu daerah pesisir di Kota Maumere, situasi
tampak lengang. Hanya ada beberapa pria dewasa yang tampak berjaga-jaga
di depan rumah.
Elias Liwu, warga RT. 06/RW.06, Kelurahan Kota Uneng, Kecamatan Alok, yang ditemui media ini mengaku, pada saat terjadi gempa dirinya sedang tidur.
"Saya sementara tidur, tiba-tiba goyang, saya panggil saya punya anak,
saya tanya apa goyang-goyang ini, baru saya punya anak bilang ada gempa,
akhirnya kami lari keluar, sampe di luar, gempa lagi lebih besar lagi.
Tiga kali gempa, yang pertama besar, yang kedua tidak terlalu besar,
yang ketiga juga besar, kami lari juga sementara gempa,"ujar Elias.
Terkait informasi adanya bencana tsunami, Elias mengaku tidak mengetahui hal
itu namun dirinya bersama beberapa warga setempat tetap antisipasi
mengingat kejadian itu pernah mereka alami 29 tahun silam tepatnya tahun
1992.
"Kami belum dengar soal tsunami tapi kami tetap antisipasi karena
jangan sampai terjadi seperti tahun 1992 itu,"ungkap Elias.
Dikatakan, sebagian besar warga Kampung Garam sudah lari dan
menyelamatkan diri ke halaman Kantor Bupati Sikka, ke halaman gereja di
wilayah itu, Gelora Samador dan beberapa titik kumpul.
"Yang lari itu ada anak-anak, balita, ibu hamil, dan lansia, mereka lari
hanya bawa dengan beberapa surat-surat penting saja, tidak ada bawa
barang-barang lain,"ujarnya.
Pantauan media ini di halaman Kantor Bupati Sikka di Jalan El Tari
Maumere, ratusan warga tampak berkumpul dengan membentang terpal dan
tikar seadanya.
Diantara mereka tampak anak-anak, balita, lansia, dan ratusan warga itu
kebanyakan adalah perempuan yang berasal dari Wuring, Kelurahan
Wolomarang dan Kelurahan Kota Uneng.
Haji Husni Tamrin, yang ditemui media ini di halaman Kantor Bupati Sikka mengaku meski status potensi tsunami sudah di cabut oleh BMKG dan sudah ada himbauan Bupati Sikka agar warga kembali ke rumah masing-masing, mereka akan tetap bertahan di lokasi itu.
"Takut jangan sampai ada susulan, kami disini, hanya pakai terpal hanya untuk duduk, belum ada tenda, kami disini tadi sekitar ada 200an orang, sebagiannya sudah pulang,"ujarnya.
Dirinya mengatakan akan tetap bertahan dan berencana akan bermalam di halaman Kantor Bupati Sikka. "Kami belum berani pulang,"ujarnya lagi. Dirinya mengaku, sejauh ini belum ada pihak pemerintah yang datang melihat kondisi mereka.
Komentar
Posting Komentar