Meningkatnya Wisatawan Domestik ke Bali Bertepatan Dengan Libur Nataru Ditengah Munculnya Varian Omicron

Jakarta - Kunjungan wisatawan domestik (Wisdom) ke Bali mulai meningkat di tengah munculnya virus corona varian Omicron. Meningkatnya wisatawan ini juga bertepatan dengan libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Wakil Wali Kota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa mengatakan, hal ini terlihat dari hunian hotel yang mulai penuh jelang Nataru. Ruas-ruas jalan di Kota Denpasar dan objek wisata juga mulai macet.

"Jalan-jalan di Denpasar-Kuta (Badung) juga sudah penuh dengan mobil pelat luar. Kami ingin menjaga energy ini,"ujarnya saat diskusi antisipasi Omicron jelang akhir tahun, Selasa (21/12).

Ia mengatakan Bali, termasuk Denpasar, siap menyambut kedatangan wisatawan domestik pada libur akhir tahun ini. Ekonomi Bali memang tergantung pada wisatawan mancanegara, namun kedatangan wisatawan domestik dinilai cukup membantu.

Bahkan, kini banyak resort di Denpasar yang membanting harga. Kamar resort bintang 5 yang biasanya mematok harga Rp 3-5 juta menjadi Rp 900 ribu-2 juta.

Pengawasan Prokes Wisatawan di Bali Ditingkatkan

Sejalan dengan serbuan wisatawan ke Bali, Arya berkomitmen meningkatkan pengawasan disiplin prokes. Ia tak ingin fasilitas kesehatan kembali tumbang seperti saat merebaknya varian Delta. Saat itu, tingkat keterisian rumah sakit selalu penuh.

"Kami cukup kewalahan menghadapi delta saat itu, RS di Denpasar over. BOR tinggi, ketersediaan oksigen juga cukup sulit,"kata dia.

Ia optimistis kasus corona dapat ditekan. Hal ini karena vaksinasi sudah di atas 100 persen baik dosis pertama dan kedua. pun masyarakat terus taat prokes.

"Saya rasa untuk menghadapi Omicron jauh lebih siap. Tingkat vaksinasi kami saat delta masuk, masih di kisaran 90 persen,"jelasnya.

Ia akan menerjunkan Satpol PP berjaga di objek wisata, fasilitas publik, dan mal. Mereka bertugas mengurai kerumunan saat momen liburan nanti. Selain itu, seluruh hotel diwajibkan menggunakan PeduliLindungi.

"Kami optimistis menghadapi Omicron dan ekonomi tetap bergerak saat Natal dan Tahun Baru," kata Arya. Pemerintah membatalkan penerapan PPKM Level 3 saat Nataru.

Meski demikian, pengetatan mobilitas masyarakat tetap dilakukan. Seperti pemberlakukan secara situasional ganjil genap di ruas tol dan non tol. ASN juga dilarang mengambil cuti.

Komentar